Pdt. Harun Dethan,MA. khotbah Populer

Maret 24, 2009

BERSIAPLAH UNTUK MASUK DALAM KERAJAAN YANG TAK TERGONCANGKAN

Didasarkan Pada Ibrani 12:25-29

Oleh Pdt. Harun I. Dethan,MA.

Adanya goncangan yang kita lihat dan rasakan bukan saja dalam Bisnis tetapi juga dalam perlombaan iman Kristen, jika kita tidak berhati-hati kita akan terjebak dalam pola dunia yang akan lenyap akibat goncangan.

Kita harus percaya bahwa kita terus bersiap untuk masuk dalam kerajaan Tuhan yakni kerajaan yang tak tergoncangkan.

Sebagai pengikut Kristus kita mulai berpikir bagaimana cara yang tepat masuk dalam kerajaan yang tak tergoncangkan?

  1. Menerima Perkataan Tuhan Yesus
  2. Mengucapkan Perkataan Tuhan Yesus
  3. Menyatukan Perkataan Tuhan Yesus

Mari kita memperhatikan satu persatu, bagaimana caranya agar kita bias masuk dalam kerajaan yang tak tergoncangkan?

  1. Menerima Perkataan Tuhan Yesus, ini adalah kesempatan yang tiada duanya, mengapa? Karena setiap perkataan Tuhan bagaikan Roh yang memberikan kehidupan, ketika kita membuka telinga untuk mendengarkan, hati untuk menaruhnya sebagai benih ajaib, pikiran untuk memahami secara benar, maka perkataan Tuhan yang menghidupkan itu “ Lazarus keluar” yang mati bias hidup kembali, maka semua yang dapat digoncangkan akan tergoncang supaya tinggal yang tak tergoncangkan. Goncangan akan membersihkan telinga, hati dan pikiran kita agar menerima perkataan Tuhan.

  1. Mengucapkan Perkataan Tuhan Yesus, suatu kebanggaan jika mulut kita yang sering mengucapkan kutuk kini akan dibersihkan Tuhan dengan kuasanya agar layak “ pembersihan dengan api Tuhan” supaya kita secara teratur dapat memperkatakan atau menggemahkan kata-kata Tuhan, setiap waktu dan suasana “ kata Tuhan jadilah terang maka terang itu jadi” Jadilah sesuai imanmu maka Jadi. Kita akan mengucapkannya “hai penyakit tinggalkan tubuhku karena aku telah ditebus dengan darah Yesus maka penyakit itu pergi” kita dapat perintahkan apa yang kita inginkan dengan materai yang benar yakni dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Perkatakanlah.. aku Sanggup, aku Sukses, aku Sehat, aku Sukacita dst.

  1. Menyatukan Perkataan Tuhan Yesus, serahkanlah hidup kita dengan total pada-Nya dan menjadi satu dengan perkataannya maka kita tidak akan tergoncangkan, Bumi akan lenyap, bukit akan bergoyang, gunung-gunung akan beranjak, tetapi kita sebagai pengikut Kristus akan menjadi satu dan tak tergoncangkan, perkataan Tuhan sebagai ungkapan kita.

Selamat membaca, ingat masuklah dalam kerajaan yang tak tergoncangkan, jangan peduli apa kata orang tetapi selamatkan dirimu agar tidak ikut lenyap dalam goncangan yang akan terjadi terus sampai Tuhan Yesus datang kembali. Harun Dethan.

Pdt. Harun Dethan

Maret 23, 2009

BERJALANLAH ERSAMA TUHAN YESUS SAMPAI AKHIR HIDUP. Oleh Pdt. Harun I. Dethan, MA.

Ketika murid-murid di zaman Yesus berjalan bersama Dia, tidak mengalami kekurangan. Mereka selalu mengalami kelimpahan, bukan saja makanan tetapi juga kesehatan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan mereka tersandung dengan persoalan-persoalan kecil. Demikian pula kita dapat saja tersandung dengan persoalan yang sama, sehingga ada kemungkinan kita mengambil langkah mundur.

Pertanyaannya bagaimana caranya agar kita dapat berjalan bersama Tuhan Yesus sampai akhir hidup?

1. Adanya Panggilan

2. Adanya Perjanjian

3. Adanya Pengharapan

4. Adanya Perubahan

5. Adanya Pilihan

Saudaraku yang terkasih marilah kita memperhatikan satu per satu, bagaimana caranya agar kita dapat berjalan bersama Tuhan Yesus sampai akhir hidup?

1. Panggilan, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang berkesanggupan datang pada Yesus, sebab bukankah Dia yang akan memanggil kita dengan panggilan yang penuh kasih? Jika Yesus memanggil kita berarti kita beroleh kasih karunia, suatu panggilan yang khusus dan bernilai tinggi melebihi seanteru dunia ini. Ia memanggil kita untuk hidup baru dalam keselamatan jiwa dan berlanjut pada keinginan mengselaraskan kita dengan Nya yakni menjadi serupa.

2. Perjanjian, Tuhan Yesus melakukan apa yan Ia inginkan selalu melibatkan kita, sebagaiman Ia melibatkan Abraham dan Sarah dalam pemberiaan anak Perjanjian yang dikemudian hari Abraham disebut bapa orang beriman. Tuhan dalam memberikan janji Ia selalu menepati dalam dimensi waktu-Nya.

3. Pengharapan, Suatu penyediaan masa depan yang lebih baik dari pada yang telah dialami kini, Tuhan menyediakan masa depan yang penuh dengan kelimpahan, kegirangan, kedamaian, kesehatian, kekekalan.

4. Perubahan, hidup kita harus berubah menuju bentuk yang sebenarnya dan model kita adalah Yesus, teladan dan idola yang sempurna kita adalah Yesus, sampai kita mengalami keserupaan dengan Yesus, Ia mengubah kehinaan kita dan menggantikan dengan kemuliaan-Nya.

5. Pilihan, pada saat kita memilih berjalan bersama Yesus, berarti kita ikut dalam penderitaan-Nya, kita hidup dalam kebenarannya dan kita menyaksikan kepada setiap orang yang kita jumpai.

Teruslah berjalan bersama Tuhan Yesus, karena kita pasti bias sebab Ia memberikan kebisaan itu dalam hidup kita. Tuhan Yesus menjamah anda.

Maret 7, 2009

Kebiasaan yang Sehat

ImageKebiasaan yang sehat

Profesor Henry Gay Lindgren yang mengadakan penelitiannya terhadap sejumlah mahasiswa yang sukses di San Fransisco State College. Ternyata keberhasilan mereka ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1.Kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik (33%)
2.Minat terhadap pelajaran (25%)
3.Kecerdasan (15%)
4.Pengaruh dari keluarga (5%)
5.Lain-lain (22 %)

Kebiasaan adalah suatu pola tindakan yang sudah kita pelajari; ada yang baik dan ada yang jelek. Otak kita dapat menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan aktivitas-aktivitas lain, lalu mengunakan informasi tersebut kapan saja bila diperlukan tanpa harus kita pikirkan atau sadari.
Melakukan sesuatu dengan cara yang sama berkali-kali akan menjadi sebuah kebiasaan dan membuatnya tersimpan dengan baik dalam otak kita yang akhirnya dapat membuat tindakan tersebut selanjutnya hampir “OTOMATIS’. Para psikolog mengatakan: “Kebiasaan menjadi sifat, sifat menjadi watak, watak menjadi kepribadian dan kepribadian membentuk karakter kita.”

Kalau kita ingin berhasil dalam pendidikan maupun dalam bidang lain, lakukanlah kebiasaan-kebiasaan yang sehat setiap saat. Baca alkitab adalah kebiasaan sehat yang seharusnya dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Bahkan tertulis dalam mazmur 1:3  “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Sudahkah hal ini menjadi kebiasaan kita dalam sehari-hari?

Imlek

Maret 7, 2009
Movement News
Imlek Momen untuk Berbagi Kasih

Image

Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di China yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Biasanya di hari raya imlek ini para petani menaikan doa mereka kepada Tuhan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar tahun depan mendapat rejeki lebih banyak dan biasanya mereka juga menjamu para leluhur mereka. Yang tidak ketinggalan juga biasanya mereka menggunakan momen ini sebagai sarana silaturahmi dengan keluarga, kerabat dan tetangga.

Pada perayaan tahun baru Imlek, orang-orang Tionghoa bertingkah laku dengan cara yang berlainan dari biasanya. Rumah dibersihkan, orang menghias diri dengan pakaian yang baru, menyediakan makanan yang enak. Dan biasanya pada malam sebelum tahun baru, seluruh anggota keluarga harus kumpul bersama dan makan malam sekeluarga. Kesemuanya itu diartikan datangnya tahun baru mengubah segalanya menjadi baru. Tradisi imlek ini hampir dirayakan oleh seluruh pelosok dunia dimana terdapat orang China, keturunan China atau pecinan, tidak terkecuali juga di Indonesia.

Pada dasarnya Imlek adalah sebuah perayaan tahun baru dan merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan bersilahturahmi, saling berbagi dan memberikan pengalaman mereka. Perayaan ini menjadi sangat berarti tatkala setiap anggota keluarga, kerabat dan tetangga saling berbagi kasih. Inilah yang menjadi point penting saat kita sebagai anak-anak Tuhan merayakan Imlek ini ditengah-tengah keluarga dan lingkungan kita dan bukan hanya sekadar mengikuti tradisi.  Mari gunakan momen Imlek ini untuk mengungkapkan kasih Kristus kepada sekitar kita.

Maret 7, 2009

10 Perintah Allah di tempat kerja Image

10 Perintah Allah untuk menjadi berkat di tempat kerja kita

1.Muliakan Tuhan dalam pekerjaan dan perusahaan-mu karena semuanya adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepadamu.

2.Rancanglah kegiatan (pekerjaan dan perusahaanmu) seturut dengan rancangan Tuhan.

3.Laksanakanlah pekerjaanmu sebagai ibadah dan pelayanan kepada Tuhan dengan dasar kasih.

4.Jadilah berkat dalam pekerjaan dan perusahaanmu karena untuk itulah kamu dipanggil.

5.Pertahankan nama dan identitasmu sebagai harta yang paling berharga sehingga engkau menjadi teladan bagi orang percaya.

6.Jadilah gembala yang baik: perlakukanlah bawahanmu sebagai sesama ciptaan Tuhan dan ajarlah mereka akan kebenaran.

7.Jadilah pengelola keuangan yang jujur dan adil sehingga engkau dapat memuliakan Tuhan dengan hartamu dan menjadi tuan atas uang yang dipercayakan Tuhan kepadamu.

8.Produksi dan pasarkan produk dan jasa yang benar, baik, berguna dan membangun kualitas kehidupan masyarakat tanpa merusak lingkungan.

9.Sebagaimana kamu kehendaki supaya mitra kerja perbuat bagimu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

10.Lakukanlah kewajibanmu terhadap pemerintah karena mereka ditetapkan Tuhan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

wanita sebagai penolong

Maret 7, 2009
Wisdom News
Wanita sebagai penolong

Image

Wanita sebagai penolong

Menolong artinya menyediakan apa yang kurang, memberikan apapun yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ada beberapa kualitas yang harus dimiliki oleh seorang penolong agar ia dapat berfungsi secara maksimal:

1.Penundukan diri yang benar
Pria membutuhkan waktu dan proses untuk menjadi seorang pemimpin, ia belajar menjadi pemimpin mulai dari memimpin istrinya. Jika istrinya tidak bersedia dipimpin, maka suami tidak akan bertumbuh dalam kepemimpinannya.

2.Membangun
Seorang penolong harus menggunakan kekuatan pengaruhnya untuk membangun pria, baik melalui sikap, tindakan maupun perkataan.

3.Berinisiatif
Kita harus berinisiatif bagaimana caranya agar orang lain benar-benar merasa ditolong, dan memastikan apakah pertolongan kita sesuai dengan yang diharapkan.

4.Kreatif
Kita membutuhkan kasih karunia dan kreatifitas dari Allah yang adalah sumber kreatifitas (Yak 1:5-6) untuk menjalankan peran kita sebagai penolong.

5.Belajar kepada Allah
Allah memberikan segala potensi, kekuatan dan kemampuan yang kita butuhkan untuk menjalankanperan kita sebagai penolong. Bersandarlah kepada-Nya, maka kita pasti dimampukan untuk melakukannya dengan baik.

Maret 7, 2009

Penyembahan dan Pembaharuan Pikiran Yang Terus Menerus Esensi penyembahan adalah mengalami keintiman dengan Allah.  Ketika seseorang menjadi intim dengan Allah melalui penyembahan, maka hidupnya akan mengalami perubahan.  Ia akan berubah dari seorang yang jahat menjadi baik, dan dari seorang yang najis menjadi orang kudus.

Namun perubahan hanya terjadi, bila kita mendapat inspirasi bahwa tubuh kita adalah bait Allah yang kudus.  Di dalam bait Allah yang kudus tersebut, harus terjadi penyembahan selama 24 jam agar terjadi pembaharuan pikiran (imajinasi) dari pikiran (imajinasi) sia-sia menjadi pikiran (imajinasi) yang dari Tuhan (sesuai Firman).

Bagaimana cara membersihkan bait Allah dari berhala imajinasi?

Tidak ada rumus ajaib yang sangat berkuasa untuk membersihkan imajinasi seseorang yang kotor, kecuali orang tersebutlah yang membersihkannya.  Ada dua tip yang dapat dipakai untuk membersihkan berhala pikiran:

  1. Kamar pribadi imajinasi harus dibersihkan.
    Tuhan menyingkapkan kepada nabi Yehezkiel tentang berhala-berhala yang disembunyikan oleh tua-tua kaum Israel di dalam bait Allah.  Di dalam Yehezkiel 8:9-12, tertulis tentang penyembahan berhala yang dilakukan oleh para tua-tua Israel yang seharusnya memakai bait Allah untuk menyembah Tuhan.
    Untuk membersihkan bait Allah dari penyembahan berhala, maka temukan KAMAR PRIBADI di dalam hidup Anda yang masih  GELAP.  Kamar pribadi itulah yang disebut DUNIA IMAJINASI MANUSIA.  Manusia tidak mengetahuinya, tapi Allah melihatnya dengan jelas.  Tuliskanlah imajinasi-imajinasi apakah yang Anda sembah berhari-hari? bertobatlah dan sembahlah Allah.
  2. Kamar pribadi imajinasi harus diisi dengan firman Tuhan.
    Di dalam bait Allah Perjanjian Baru, firman Tuhan tertulis di dalam hati dan pikiran.  Sebab dikatakan, “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kamu Israel sesudah waktu itu”, demikianlah firman Tuhan, “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (Ibr 8:10).  Di dalam BAIT ALLAH PERJANJIAN BARU, kita DIBERI IMAJINASI BARU.
    Dengan demikian, kita dapat mentaati hukum-hukum Allah dengan kekuatan dan anugerah Tuhan.  Gaya hidup Perjanjian Baru adalah gaya hidup yang terus menerus menggunakan HATI dan PIKIRAN (imajinasi) dengan cara merenungkan Tuhan (firmanNya).

Bagaimanakah langkah praktisnya?

Paulus memberi langkah-langkah praktis bagaimana membersihkan berhala imajinasi kita.  Katanya “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kami, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rom 12:1-2)

Maret 7, 2009

Touching People’s Hearts

MEMULIHKAN ORANG LAIN

Pramoedya Ananta Toer adalah sastrawan besar yang pernah dimiliki oleh Indonesia, meninggal pada 30 April 2006. Sebelum terkenal sebagai sastrawan besar, ia pernah berkata pada akhir tahun 1984, “Saya bosan menjadi pengarang.” Ia hanya ingin menjadi petani, karena pendidikannya yang tidak selesai SR (Sekolah Rakyat), setara Sekolah Dasar. Pramoedya terus-menerus menulis termasuk beberapa buku terkenal: Anak Semua Bangsa, Gadis Pantai, Bumi Manusia.” Ia jadi sastrawan besar, karena terus-menerus berlatih.

Hal yang sama dapat kita lakukan dalam hidup kita, yakni terus-menerus berlatih untuk menyentuh orang lain. Pada minggu ke-5 kampanye TPH, kita akan belajar topik MEMULIHKAN ORANG LAIN. Mengapa? Karena kita pernah memiliki imajinasi yang buruk, tentang pengalaman buruk di masa lalu yang mengakibatkan seseorang hidup dalam ikatan yang memperbudaknya. Untuk menjadikan seseorang ahli dalam pelayanan, ia harus terus-menerus berlatih. Ingat, Allah memiliki banyak cara untuk berbicara pada kita.

Hendry T. Blackaby dalam buku: Experiencing God, menyatakan bahwa Allah berbicara melalui:

1. ALKITAB
Allah dapat memakai kita untuk mengajar, menguatkan, mengkonfrontasi, menasihati bahkan menyatakan tipuan-tipuan iblis (kepercayaan yang salah) dalam diri seseorang. Tatkala kebenaran disampaikan, orang-orang mengalami pencerahan sehingga ia dibebaskan. Dalam doa kesembuhan batin, Allah mengingatkan orang yang terluka atau terikat kuasa gelap dengan Firman Tuhan, sehingga mereka bebas.

2. DOA YANG PROFETIK
Dalam mendoakan seorang yang terluka atau terikat kuasa gelap, Allah seringkali menyatakan kehadiranNya pada orang tersebut. Allah dapat menyatakan kehadiranNya dalam gambar (imajinasi) masa lalunya, sehingga ia disembuhkan. Allah adalah Alfa dan Omega dan terlibat dalam perjalanan hidupnya (Roma 8:28-30). Allah juga menyatakan diri dalam doa-doa nubuatan untuk membongkar hal-hal tersembunyi dalam hidup kita.

3. SITUASI / KONDISI SEKITAR
Allah dapat berbicara kepada Anda saat Anda melihat sesuatu, mengalami sesuatu atau dalam suatu peristiwa baik atau buruk. Anda dapat mengetahui suara Tuhan lewat pimpinanNya setiap hari dalam langkah-langkah hidup Anda.

4. KOMUNITAS ORANG PERCAYA
Allah sering menggunakan komunitas orang percaya untuk menyembuhkan kita. Itulah sebabnya orang yang tidak berada dalam sebuah komunitas, agak jarang mengalami tuntunan Tuhan. Di dalam komunitas inilah karunia-karunia beroperasi, yakni karunia motivasi dan karunia Roh Kudus. Karunia motivasi adalah karunia yang bersifat alamiah, sedangkan karunia Roh Kudus bersifat supra alami. Karunia Roh Kudus hanya diberikan pada orang-orang yang lahir baru. Kedua karunia ini diberikan sebagai perangkat Alat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa.

5 pekerjaan Bapa

Maret 7, 2009

Melakukan 5 Pekerjaan Bapa

Image

Loren Cunningham adalah pendiri dan pemimpin Youth With A Mission. Pada suatu hari ketika ia mengendarai mobilnya di jalan tol Los Angeles, tiba-tiba Tuhan berbicara padanya,”Loren, Aku ingin engkau berangkat ke Hawaii, dengan penerbangan sore.” Karena taat, ia menelpon agen untuk memesan tiket, tapi petugas berkata bahwa tiketnya penuh, termasuk daftar tunggu, sehingga ia memesan untuk penerbangan sore berikutnya. Saat berdoa, Tuhan berkata, “Aku tidak berkata tentang penerbangan sore berikutnya, tetapi sekarang ini.” Loren langsung membawa tasnya dan berangkat ke airport, meski ditolak di sana. Lalu, petugas lain menemukan satu kursi yang kosong dan menyuruh Loren naik ke pesawat untuk berangkat ke Hawaii.”
Lalu Loren menulis, “Ketika Tuhan berbicara kepada Anda, Ia menguji Anda untuk taat melakukan perkara kecil tersebut. Jika Anda taat, maka dibalik pintu kecil itu terdapat pintu berikutnya yang menjadi kesempatan terbesar. Perkara terkecil yang harus saya taati adalah berangkat, meski saya belum mendapatkan tiketnya. Hati saya penuh dengan iman bahwa Tuhan akan berbicara pada saya di Hawaii. Di Hawaiilah Tuhan berkata: Aku mau engkau pindah ke Hawaii untuk membangun sekolah yang akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa di kepulauan Pasifik.”

Itulah ketaatan Loren Cunningham untuk melakukan pekerjaan Bapa dengan maksimal. Ketika melakukan pekerjaan Bapa, maka kita akan hidup dalam Kerajaan Allah. Itulah TAHUN RAHMAT TUHAN TELAH DATANG. Yang dimaksudkan  dengan tahun rahmat Tuhan adalah

  1. Mengetahui Rahasia Kerajaan Allah.
    Bagi orang yang belum percaya kepada Yesus, maka Kerajaan Allah adalah sebuah rahasia yang sukar dipahami. Sedangkan bagi orang Kristen, Kerajaan Allah adalah suatu hal lumrah yang harus diketahui. Yesus memberi penekanan pada pokok ini dengan berkata, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak,”(Matius 13:11).
  2. Mengetahui Kuasa Kerajaan Allah.
    Banyak orang yang mengetahui tentang Kerajaan Allah, termasuk orang Kristen, tetapi mereka tidak mengerti sepenuhnya bahwa Kerajaan Allah adalah berbicara. Paulus menegaskan hal ini demikian, “Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa,”(I Kor 4:20). Apakah ini suatu permainan kata-kata belaka? Tidak! Sebab ketika seseorang mengetahui tentang Kuasa Kerajaan Allah, maka mukjizat dan tanda-tanda heran menyertai hidup dan pelayanan mereka. Bahkan pakaian yang pernah dipakai oleh Paulus pun menyembuhkan orang sakit ataupun mengusir setan-setan.
  3. Mengetahui Injil Kerajaan Allah.
    Mengapa dampak kekristenan tidak terlalu terasa selama ribuan tahun? Karena gereja tidak memberitakan Injil Kerajaan Allah! Mengapa? Sebab Injil Kerajaan Allah harus memberitakan bahwa Yesus adalah Raja. Mana mungkin Kerajaan Allah ada tanpa diberitakan Rajanya? Itulah sebabnya, Yesus berkata, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya,”(Mat 24:14).
    Karena tujuan itulah, ketika Yesus hendak terangkat ke sorga, Ia menugaskan kepada murid-muridNya, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk,”(Mar 16:15). Semua pekerjaan Bapa, yaitu penginjilan, kesembuhan batin, pelepasan, kesembuhan jasmani maupun pembinaan terangkum dalam firman di atas. Mari, kita 5 pekerjaan Bapa.(ayb/lb).

Maret 7, 2009

7 JALUR KEAKRABAN di dalam Tuhan

Demam piala dunia 2006 di Jerman membius 6 miliar pasang mata untuk terpaku di depan tv menonton gocekan bintang lapangan hijau. Del Piero, Robben, Ronaldinho, Michael Eisen, Michael Owen, Michael Ballack dan bintang lainnya. Tapi mereka tidak bermain sendiri, namun dalam satu tim. Bagaimana dengan Tubuh Kristus? Jika pemimpin gereja mengenali karunia-karunia yang ada di dalam jemaat, maka dunia akan diberkati melalui pelayanan mereka. Kata Paulus, “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita,”(Rom 12:6-8). Ada 7 jalur pelayanan, yakni:

1.  Jalur Profetis –Tipe Profetis

“Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman,”(Rom 12: 6). Secara alamiah mereka punya kemampuan membedakan hal yang benar dan yang salah dengan cepat. Kelemahannya adalah suka menyendiri, terutama kalau melihat kesalahan orang lain. Mereka lebih mudah mengalami Tuhan ketika mereka penuh dengan Roh Kudus, apalagi pada waktu menyampaikan nubuatan pada orang lain. Karena itu, mereka perlu berdoa sebelum menyampaikan pesan Tuhan kepada yang lain.

2.  Tipe Jalur Pelayanan – Tipe Pelayan

“Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani” (Roma 12:7). Cirinya: Mereka suka menyatakan kasih mereka lewat pelayanan yang sifatnya praktis seperti membereskan atau membersihkan rumah, membantu pekerjaan tangan apa saja. Mereka sangat ringan tangan dan ahli melakukan pekerjaan tangan yang praktis. Mereka mudah mengalami Tuhan saat melakukan pekerjaan tangan dalam melayani orang lain. Mereka perlu belajar seimbang khususnya hal-hal yang rohani.

3. Jalur Pelajaran – Tipe Intelektual

“Jika karunia untuk mengajar baiklah kita mengajar,” (Roma 12:7). Tipe ini disebut tipe intelektual, karena sangat suka belajar, membaca buku, ikut seminar, membuat penelitian, menulis, dsb. Mereka fasih berbicara, mahir dalam soal-soal kitab suci, sangat teliti dan intelektual. Mereka banyak mengalami Allah, mendengar suaraNya melalui PROSES BELAJAR. Kebenaran-kebenaran lebih banyak ditangkap melalui jalur intelektual. Sesuatu yang mereka pelajari balum memuaskan kalau belum MASUK AKAL. Jika belum dewasa, mereka cenderung merasa lebih benar dari orang lain. Belajarlah untuk membangun hubungan dengan orang lain.

4.  Jalur Hubungan – Tipe Relational

“Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati (Roma 12:8). Mereka yang bertipe ini suka membangun hubungan, menasihati orang, mempengaruhi orang dengan penampilan dan cara berbicara yang sangat menarik. Mereka mahir berbicara di depan umum, meyakinkan orang dan suka berbicara. Mereka mengalami Allah dan mendengar suaraNya melalui proses saling membangun hubungan seperti: kelompok diskusi, komunitas sel dan pergaulan sehari-hari. Biasanya mereka sulit berdiam diri dan berdoa dalam waktu yang lama. Karena itu, mereka perlu memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang intim.

5.  Jalur Memberi – Tipe Pemberi

“Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas,” (Roma 12:8). Mereka diberi kemampuan oleh Allah untuk menjadi sumber bantuan dalam keuangan maupun pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan. Mereka mengalami kuasa, kasih dan kebenaran Tuhan saat memberi. Mereka dipakai Tuhan untuk melepaskan bantuan keuangan dan pertolongan ke dalam gereja. Namun jika belum dewasa, mereka cenderung mengontrol pemakaian keuangan yang berikan, atau mengabaikan kebutuhan keluarga demi memberi.

6.  Jalur Kepemimpinan – Tipe Pemimpin

“Siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin” (Roma 12: 8). Orang yang memiliki tipe ini diberi kemampuan untuk memimpin orang lain di dalam mencapai visi / misi yang Tuhan percayakan. Mereka mengalami Tuhan ketika mendapat visi dan mewujudkan visi menjadi kenyataan melalui proyek-proyek yang Tuhan percayakan. Mereka mengalami Tuhan saat memimpin orang lain, karena sering menghadapi tantangan. Biasanya tantangan adalah kesempatan mengalami kedahsyatan Tuhan. Jika belum dewasa, mereka menjadi tidak benar dalam prioritas hidup, sehingga mengorbankan keluarganya.

7.  Jalur Kemurahan – Tipe Empatis

“Siapa yang menunjukkan kemurahan hendaklah ia menunjukkannya dengan sukacita,”(Rom 12: 8). Tipe ini diberi kemampuan untuk berempati dengan orang yang bermasalah, sehingga suka menolong dan menghibur orang-orang yang susah. Mereka mengalami Tuhan pada waktu mendengarkan dan menghibur orang lain dengan menenangkan emosinya. Mereka mengalami belas kasihan Tuhan dan gampang menangis saat melihat penderitaan orang lain. Mereka dipakai Tuhan untuk menyembuhkan luka-luka batin orang lain. Namun, jika tidak dewasa, mereka akan cenderung terseret oleh emosi orang lain, dan bila tidak dikendalikan Roh Kudus dapat dikuasai dan dimanfaatkan oleh orang lain. Mereka akan maksimal bila memiliki teman yang berkarunia lain terutama kepemimpinan untuk menyeimbangkan mereka.