7 JALUR KEAKRABAN di dalam Tuhan

Demam piala dunia 2006 di Jerman membius 6 miliar pasang mata untuk terpaku di depan tv menonton gocekan bintang lapangan hijau. Del Piero, Robben, Ronaldinho, Michael Eisen, Michael Owen, Michael Ballack dan bintang lainnya. Tapi mereka tidak bermain sendiri, namun dalam satu tim. Bagaimana dengan Tubuh Kristus? Jika pemimpin gereja mengenali karunia-karunia yang ada di dalam jemaat, maka dunia akan diberkati melalui pelayanan mereka. Kata Paulus, “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita,”(Rom 12:6-8). Ada 7 jalur pelayanan, yakni:

1.  Jalur Profetis –Tipe Profetis

“Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman,”(Rom 12: 6). Secara alamiah mereka punya kemampuan membedakan hal yang benar dan yang salah dengan cepat. Kelemahannya adalah suka menyendiri, terutama kalau melihat kesalahan orang lain. Mereka lebih mudah mengalami Tuhan ketika mereka penuh dengan Roh Kudus, apalagi pada waktu menyampaikan nubuatan pada orang lain. Karena itu, mereka perlu berdoa sebelum menyampaikan pesan Tuhan kepada yang lain.

2.  Tipe Jalur Pelayanan – Tipe Pelayan

“Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani” (Roma 12:7). Cirinya: Mereka suka menyatakan kasih mereka lewat pelayanan yang sifatnya praktis seperti membereskan atau membersihkan rumah, membantu pekerjaan tangan apa saja. Mereka sangat ringan tangan dan ahli melakukan pekerjaan tangan yang praktis. Mereka mudah mengalami Tuhan saat melakukan pekerjaan tangan dalam melayani orang lain. Mereka perlu belajar seimbang khususnya hal-hal yang rohani.

3. Jalur Pelajaran – Tipe Intelektual

“Jika karunia untuk mengajar baiklah kita mengajar,” (Roma 12:7). Tipe ini disebut tipe intelektual, karena sangat suka belajar, membaca buku, ikut seminar, membuat penelitian, menulis, dsb. Mereka fasih berbicara, mahir dalam soal-soal kitab suci, sangat teliti dan intelektual. Mereka banyak mengalami Allah, mendengar suaraNya melalui PROSES BELAJAR. Kebenaran-kebenaran lebih banyak ditangkap melalui jalur intelektual. Sesuatu yang mereka pelajari balum memuaskan kalau belum MASUK AKAL. Jika belum dewasa, mereka cenderung merasa lebih benar dari orang lain. Belajarlah untuk membangun hubungan dengan orang lain.

4.  Jalur Hubungan – Tipe Relational

“Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati (Roma 12:8). Mereka yang bertipe ini suka membangun hubungan, menasihati orang, mempengaruhi orang dengan penampilan dan cara berbicara yang sangat menarik. Mereka mahir berbicara di depan umum, meyakinkan orang dan suka berbicara. Mereka mengalami Allah dan mendengar suaraNya melalui proses saling membangun hubungan seperti: kelompok diskusi, komunitas sel dan pergaulan sehari-hari. Biasanya mereka sulit berdiam diri dan berdoa dalam waktu yang lama. Karena itu, mereka perlu memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang intim.

5.  Jalur Memberi – Tipe Pemberi

“Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas,” (Roma 12:8). Mereka diberi kemampuan oleh Allah untuk menjadi sumber bantuan dalam keuangan maupun pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan. Mereka mengalami kuasa, kasih dan kebenaran Tuhan saat memberi. Mereka dipakai Tuhan untuk melepaskan bantuan keuangan dan pertolongan ke dalam gereja. Namun jika belum dewasa, mereka cenderung mengontrol pemakaian keuangan yang berikan, atau mengabaikan kebutuhan keluarga demi memberi.

6.  Jalur Kepemimpinan – Tipe Pemimpin

“Siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin” (Roma 12: 8). Orang yang memiliki tipe ini diberi kemampuan untuk memimpin orang lain di dalam mencapai visi / misi yang Tuhan percayakan. Mereka mengalami Tuhan ketika mendapat visi dan mewujudkan visi menjadi kenyataan melalui proyek-proyek yang Tuhan percayakan. Mereka mengalami Tuhan saat memimpin orang lain, karena sering menghadapi tantangan. Biasanya tantangan adalah kesempatan mengalami kedahsyatan Tuhan. Jika belum dewasa, mereka menjadi tidak benar dalam prioritas hidup, sehingga mengorbankan keluarganya.

7.  Jalur Kemurahan – Tipe Empatis

“Siapa yang menunjukkan kemurahan hendaklah ia menunjukkannya dengan sukacita,”(Rom 12: 8). Tipe ini diberi kemampuan untuk berempati dengan orang yang bermasalah, sehingga suka menolong dan menghibur orang-orang yang susah. Mereka mengalami Tuhan pada waktu mendengarkan dan menghibur orang lain dengan menenangkan emosinya. Mereka mengalami belas kasihan Tuhan dan gampang menangis saat melihat penderitaan orang lain. Mereka dipakai Tuhan untuk menyembuhkan luka-luka batin orang lain. Namun, jika tidak dewasa, mereka akan cenderung terseret oleh emosi orang lain, dan bila tidak dikendalikan Roh Kudus dapat dikuasai dan dimanfaatkan oleh orang lain. Mereka akan maksimal bila memiliki teman yang berkarunia lain terutama kepemimpinan untuk menyeimbangkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: