Impian

IMPIAN.. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kembali orang yang kehilangan impian, kecuali menguburkannya. Karena impian akan bersinar terang di dalam kegelapan yang membutakan mata. Impian akan memberi memotivasi ketika rasa keputusasaan datang menyerang. Impian akan memperkuat tubuh yang lemah dan tak berdaya. Impian akan mempermanis perasaan yang pahit. Impian akan memberikan bunyi suara yang indah ketika semua not kehilangan bunyinya. Impian memberikan jawaban tepat ketika jawaban manusia tidak terdengar. Impian akan memberi kekuatan tatkala tak seorang pun yang peduli. Impian membawa kemenangan ketika situasi mengalahkan kita.

Semua impian hanya akan berdampak besar kepada orang-orang yang mencatat impian mereka. Menurut survey yang dilakukan beberapa waktu lalu terhadap orang-orang yang hidup di dunia ini, ada 27% tidak mempunyai impian di dalam hidupnya, 60% hanya mempunyai impian yang samar-samar, 10% mempunyai impian yang jelas. Namun 3% bukan hanya mempunyai impian yang jelas saja, tetapi menuliskan impian tersebut untuk dilakukan. Hasil survey tersebut menyatakan bahwa hanya 3% yang telah menuliskan impian mereka yang berhasil dalam kehidupan mereka.

Bagaimana dengan kita? Kita pun dapat mengikuti jejak mereka dengan mencatat impian kita dalam buku impian yang disebut my dream book. Mengapa harus menuliskan impian Tuhan?

1. Untuk menjaga kita agar tetap hidup di dalam rencana Allah yang semula.
Rasul Paulus menegaskan bahwa, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya,”(Ef 2:10). Ketika kita menuliskan impian yang diberikan Tuhan kepada kita, maka kita akan dijaga untuk tetap berada pada jalur rencana Allah yang semula tanpa menyimpang ke mana-mana.

2. Untuk menjaga kita tetap bertahan dalam waktu yang lama
Alkitab memberikan bukti-bukti autentik kepada kita, bahwa janji yang diberikan Tuhan membutuhkan proses waktu yang lama untuk digenapi. Hal ini dikatakan oleh nabi Habakuk, demikian, “Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: ‘Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya,”(Hab 2:2-4).
Karena alasan tersebut, maka buku my dream book dibuat 100 halaman agar kita dapat mencatat pesan-pesan Tuhan bukan hanya satu atau dua tahun saja, tetapi selama beberapa tahun ke depan. Hal ini berarti membutuhkan waktu yang lama untuk menantikan penggenapannya dengan tidak ada penundaan. Tetapi penantian yang lama seperti itu tidak akan menggoyahkan iman kita, karena kita telah mencacat impian tersebut untuk mengingatkan Dia.

3. Untuk mengambil ancang-ancang yang lebih baik
John C. Maxwell berkata, “Jangan baru berhenti setelah Anda kehabisan tenaga, tetapi; berhentilah untuk mengambil ancang-ancang melompat lebih tinggi.“ Orang yang berhenti beberapa waktu untuk mencacat impian Tuhan, akan melompat lebih tinggi dari sebelumnya, karena ia mendapat kekuatan baru dari Tuhan. Keputusan di tangan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: