Intim dg Tuhan

Intim dengan Bapa dan Melakukan KehendakNya

Image

Banyak orang berusaha untuk melakukan kehendak Tuhan, tanpa membagun keintiman dengan Dia terlebih dahulu. Adalah hal yang sangat mustahil untuk melakukan kehendak Allah dengan mengandalkan kekuatan manusia. Firman Tuhan datang kepada Zakharia demikian, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam,” (Zakaria 4:6). Jika kita ingin melakukan kehendak Tuhan, maka kita harus mengandalkan Tuhan. Bagaimana cara mengandalkan Tuhan. Hanya satu hal, yakni intim dengan Dia. Ketika kita intim dengan Tuhan, maka Ia akan memberitahukan pada kita apa yang harus kita lakukan. Sebab dikatakan, “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia,’”(Mat 4:18-19).

1. Mari, ikutlah Aku.
Tidak ada cara lain untuk melakukan kehendak Tuhan, tanpa melakukan langkah pertama yakni Mengikuti Yesus. Kita harus membangun hubungan intim dengan Tuhan agar mendapatkan isi hatiNya. Hadirat Tuhan yang menjamin kita untuk berani bertindak tanpa rasa takut. Hal ini terjadi pada Petrus dan Yohanes ketika mereka diperhadapkan pada mahkamah agama karena menyembuhkan orang di halaman Bait Allah. Dikatakan, “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus,”(Kisah 4:13). Mereka dikenal sebagai pengikut Yesus. Ayat 8 berbunyi, “Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus.” Itulah Keintiman.

2. Kamu akan Kujadikan penjala manusia.
Setelah kita membangun keintiman dengan Tuhan, maka perintah Yesus datang. Ia berkata, “Kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Tujuan Tuhan Yesus memanggil kita adalah menjadi penjala atau melayani orang lain yang belum mengenal kasih Tuhan. Tidak mungkin bagi seseorang yang memiliki keintiman dengan Tuhan sebagai gaya hidupnya dan pada saat yang sama membenci orang lain, terutama mereka yang belum diselamatkan. Adalah kewajiban utama kita untuk menjangkau mereka, karena kita telah mengikuti Yesus dan menerima anugerahNya secara cuma-cuma. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma,” (Matius 10:7-8). Sudahkah kita memberikan apa yang kita terima dari Tuhan dengan cuma-cuma kepada orang lain? Jika belum, maka kita dapat melakukannya sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: