Sekolah kehisupan

SEBUAH PERUBAHAN SEJATI

SEKOLAH KEHIDUPAN YANG MENGHASILKAN PERUBAHAN SEJATI.

Pada saat ini, gereja jarang mempraktekkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah, dan hanya membahas Injil Keselamatan. Padahal orang yang mempraktekkan prinsip-prinsip Injil Kerajaan akan mengalami proses pertumbuhan rohani yang pesat. Sebab pertumbuhan dalam Kerajaan Allah meliputi 3 proses, yakni berubah, berbuah dan berlipatganda (Mat 13:1-23). Orang yang menjalani proses ini akan berubah, berbuah dan berlipatganda 30x, 60x bahkan 100x lipat. Tetapi, untuk berubah berlipatganda, maka ada beberapa tahapan, yakni:

1. PERUBAHAN SEJATI.
Kesuksesan berdasarkan prinsip Kerajaan Allah dimulai dari perubahan. Dunia menawarkan perubahan, tapi kenyataannya tidak terjadi perubahan sesuai yang dikehendaki Allah. Sebab mereka hanya mengalami perubahan yang tidak permanen dan akan kembali kepada kehidupan lama mereka. Padahal Allah menghendaki kita agar mengalami perubahan yang sejati.

2. PENDUKUNG PERUBAHAN
Untuk mencapai perubahan permanen, yaitu perubahan sikap dan perilaku, diperlukan sistem pendukung perubahan. Sistem pendukung bukanlah kekuatan yang dapat mengubah seseorang. Karena kekuatan dan inisiatif perubahan diberikan dan dimulai oleh Allah sendiri. Jadi, untuk terjadi perubahan permanen, diperlukan faktor-faktor pendukung dari lingkungan (orang-orang) di sekitarnya. Benih yang ditaburkan di pinggir jalan, di tanah berbatu dan di semak duri adalah menggambarkan orang-orang yang tidak memiliki sistem pendukung perubahan. Sebab meskipun firman Tuhan memiliki kuasa perubahan yang dahsyat, tetapi untuk dapat menghasilkan pertumbuhan yang maksimal diperlukan pendukung perubahan yang efektif.

3. KOMUNITAS PEMBERDAYAAN
Ketika menyinggung komunitas pemberdayaan, Yesus berkata, “…juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”(Luk 17:4) Kerajaan Allah ada DI ANTARA kita adalah PERSEKUTUAN orang-orang percaya yang disebut KOMUNITAS. Ketiga jenis orang di atas tidak berada di antara (komunitas) orang-orang percaya, tapi berada di antara: si jahat (burung-burung), keinginan-keinginan daging (batu-batu), dan hal-hal yang duniawi (semak duri). Lingkungan turut menentukan apakah kita akan berubah ke arah yang benar, atau sebaliknya. Kata Paulus, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”(Ibrani 10:24-25). Inilah alat pendukung perubahan yang Tuhan sediakanyakni sebuah komunitas di mana semua anggota-anggotanya melakukan proses “saling.” Saling memperhatikan, saling menolong, saling menasihati supaya semua anggotanya mencapai potensi maksimalnya. Inilah yang disebut komunitas pemberdayaan.

4. FOKUS PEMBERDAYAAN
Di dalam komunitas pemberdayaan, fokus kita yang utama adalah mengalami pemulihan hubungan. Tanpa hubungan yang dipulihkan, Kerajaan Allah tidak dapat dinyatakan (Mat 18:15-20). Karena itu, pemulihan hubunganlah yang pertama-tama harus menjadi fokus.

5. GOAL PEMBERDAYAAN
Mengapa banyak komsel tidak mengalami pertumbuhan? Berkembang atau gagalnya sebuah komsel ditentukan oleh apa sasaran dari komunitas tersebut. Apabila komunitas hanya mempunyai sasaran untuk menikmati persekutuan, maka lama-kelamaan komsel tersebut akan mengalami kemunduran dan kematian. Komsel haruslah menjadi tempat yang anggota-anggotanya saling tolong-menolong untuk mencapai potensi maksimal, sehingga mereka mengalami pelipatgandaan alami.

6. ALAT PEMBERDAYAAN
Untuk mencapai potensi maksimal dan bereproduksi, setiap orang di dalam komunitas harus mengalami perubahan ke arah potensi maksimalnya. Perubahan yang dimaksud akan terjadi secara total dan permanen, kalau setiap anggota komunitas pemberdayaan mempraktekkan 7 kekuatan pendukung perubahan. (a). Kekuatan penemuan sendiri, terdiri dari: (10). Keterbukaan. (2). Mendengar. (3). Bertanya. (4). Afirmasi/peneguhan. (b). Kekuatan penetrasi nilai: (5). Memilih. (6). Bertanggung jawab.(7). Repetisi (pengulangan).

7. METODE PEMBERDAYAAN
Apakah perbedaan cara belajar di dalam Kerajaan Allah dengan cara-cara belajar lainnya? Di dalam Kerajaan Allah, Allah berdaulat dan memerintah di dalam setiap aspek kehidupan kita, kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apapun. Allah turut bekerja melakukan perubahan-perubahan di dalam seluruh perjalanan kehidupan kita (Roma 8:28). Jadi, cara belajar yang paling efektif adalah menemukan apa yang Tuhan sedang lakukan, kemudian kita bergabung dalam proses perubahan yang Tuhan kerjakan di dalam hidup kita. Perubahan akan terjadi secara maksimal, apabila kita menemukan pekerjaan-pekerjaan Bapa dalam setiap perjalanan hidup kita. Inilah yang disebut sebagi metode SEKOLAH KEHIDUPAN.

8. TARGET PERUBAHAN
Apakah Anda sudah siap untuk mengalami perubahan hidup? Perubahan ini akan berdampak pada (1). Perubahan sikap terhadap Tuhan. (2). Perubahan sikap terhadap diri sendiri(3). Perubahan sikap terhadap orang lain. (4). Perubahan sikap terhadap situasi hidup. Mari, kita alami sekolah kehidupan ini bersama Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: